Penjelasan Subnetting dan Trik Perhitungannya


A. Pendahuluan
    1. Pengertian
Subnetting adalah suatu teknik membagi jaringan menjadi dua atau lebih agar lebih efektif dan efisien.
    2. Latar Belakang
Dalam membangun jaringan, khususnya jaringan komputer. Pasti dibutuhkan pengalamatan yang benar dan sesuai, baik pengalamat44an fisik maupun logikal, salah satu pengalamatan yang harus dikuasai untuk membangun jaringan adalah pengalamatan IP(Internet Protokol) yang masuk dalam pengalamatan logikal. Untuk dapat melakukan pengalamatan IP(Internet Protokol) yang efektif dan efisien, diperlukan kemampuan subnetting yang matang sehingga komunikasi data antar jaringan akan berjalan dengan maksimal sesuai prosedure.
    3. Maksud dan tujuan
    Mengenali subnetting IPv4 dan Mengetahui cara subnetting
    4. Hasil yang diharapkan
    Mampu membangun jaringan yang efektif dan efisien 

B. Alat dan Bahan
    - Ebook IPv4

C. Jangka Waktu Pelaksanaan
    3 jam.
D. Pembahasan
1. Penjelasan Subnetting IPv4
Dalam subnetting IPv4 ada beberapa hal yang harus di ketahui terlebih dahulu sebelum memulai subnetting, yaitu:
a. IPv4 terdiri dari 32 bit, yang dibagi menjadi 4 oktet. dimana masing-masing oktet mempunyai jumlah 8 bit.

b. Karena pengalamatan IP menggunakan sistem bilangan binery, maka setiap jumlah bit dalam setiap oktet mempunyai nilai tersendiri, dan perlu diperhatikan bahwa dalam penomeran IP dimulai dengan nilai 0,1,2,3.... bukan 1,2,3.....
Contoh nilai bit dalam sistem bilangan binary:
11111111.11111111.11111111.11111111
Jika dikonversikan dalam bentuk sistem bilangan desimal:
255.255.255.255
Contoh lagi
11000000.10101000.00001010.00000111
 Jika dikonversikan dalam bentuk sistem bilangan desimal:
192.168.10.7

c. Subnetting dari suatu IP dapat dicari dari subnet mask yang mengikuti IP itu sendiri. penggunaannya yaitu  menggunakan tanda "/" (garis miring) diikuti dengan jumlah bit subnet mask yang digunakan. Contohnya sebagai berikut:
IP                  : 192.168.2.5/25
Subnet mask: 255.255.255.128
binary subnet mask : 11111111.11111111.11111111.10000000
d. Jumlah subnet mask menentukan jumlah sisa IP yang digunakan, cara mengetahuinya yaitu dengan mengurangi jumlah host sepenuhnya dengan jumlah host yang di tetapkan subnetmask. contoh:
IP                             : 192.168.20.1/26
Subnet mask            : 255.255.255.192
binary subnet mask : 11111111.11111111.11111111.11000000
Jumlah IP yang tersedia = [Jumlah total subnet mask - jumlah subnet mask]
                                       =  256-192=64
Berarti ada 64 IP yang tersedia, yaitu dari  192.168.20.0 sampai 192.168.20.63 .


2. Tahapan melakukan Subnetting IPv4

Kelas C: 192.168.15.18/28

1. Menentukan jumlah IP yang tersedia dalam subnet mask, contoh /24, /25, /26, /27 dan selanjutnya.
/28 merupakan arti dari Subnet mask : 255.255.255.240
Jumlah IP yang tersedia = [Jumlah total subnet mask - jumlah subnet mask]
                                       =  256-240=16
Berarti IP  192.168.15.18/28 memiliki total 16 IP.

2. Menentukan blok IP dengan melihat IP yang di subnetting dengan jumlah IP pada blok yang sesuai subnet mask. contohnya:
karena total IP yang tersedia adalah 16. maka:
blok 1 dimulai dari 192.168.15.0   -  192.168.15.15
blok 2 dimulai dari 192.168.15.16 -  192.168.15.31
blok 3 dimulai dari 192.168.15.32 -  192.168.15.47 dan seterusnya
Dari penjelasan tersebut didapatkan hasil bahwa IP  192.168.15.18/28 berada di blok 2.

3. Menentukan Network ID.
Simplenya network ID adalah IP yang terawal dalam subnetting. karena IP  192.168.15.18/28 berada di blok 2. yang dimulai dari :
192.168.15.16  -  192.168.15.31
Maka Network ID dari IP 192.168.15.18/28 adalah 192.168.15.16

4. Menentukan Gateway.
Gateway berarti gerbang yang dapat digunakan semua IP, dalam penentuan gateway sebenarnya bebas selama masih menggunakan IP host yang tersedia.
contoh gateway IP 192.168.15.18/28 adalah 192.168.15.17

5. Menentukan Broadcast.
Broadcast merupakan IP yang dapat menghubungkan semua IP host, terletak di akhir dari jumlah IP pada range/blok IP.
Broadcast  IP 192.168.15.18/28 adalah 192.168.15.31

6. Menentukan Host IP yang bisa digunakan.
Host IP yang dapat digunakan yaitu IP selain network ID dan Broadcast.
Host IP IP 192.168.15.18/28 adalah 192.168.15.17-192.168.15.30.

Untuk pembuktiannya kita gunakan aplikasi ipcalc pada terminal sebagai berikut.



Kelas B: 172.16.0.0/22

1. Menentukan jumlah IP yang tersedia dalam subnet mask, contoh /23, /22, /21, /20 dan selanjutnya.
Disini saya akan membagikan trik menghitung jumlah IP pada kelas B. caranya sebagai berikut.
pertama tambahkan /22 dengan 8 = /30 , /30 = 4 IP
Nah 4 IP dari hasil tersebut dikalikan dengan jumlah host peroktet yaitu 256,
secara sederhananya : /22+8=/30
                                                  /30=4 IP
                                                          4 IP * 256 =1024
Nah 1024 tersebut merupakan jumlah IP keseluruhan dari /22.

2. Menentukan blok IP dengan melihat IP yang di subnetting dengan jumlah IP pada blok yang sesuai subnet mask.
karena total IP yang tersedia adalah 1024. maka:

blok 1 dimulai dari 172.16.0.0 - 172.16.3.255
blok 2 dimulai dari 172.16.4.0 - 172.168.7.255
blok 2 dimulai dari 172.16.8.0 - 172.16.11.255 dan seterusnya

kenapa blok dimulai dari 172.16.0.0 hingga sampai 172.16.3.255?
karena ketika jumlah maksimum host di suatu IP tidak mencukupi maka akan dilanjutkan ke IP selanjutnya dan seterusnya hingga jumlah IP berdasarkan subnet mask sesuai.

3. Menentukan Network ID.
IP terawal dalam  IP 172.16.0.0/22 adalah 172.16.0.0

4. Menentukan Gateway.
Gateway berarti gerbang yang dapat digunakan semua IP, dalam penentuan gateway sebenarnya bebas selama masih menggunakan IP host yang tersedia.
contoh gateway IP 172.16.0.0/22 adalah 172.16.0.1

 5. Menentukan Broadcast.
Broadcast terletak di akhir jumlah IP. yaitu 172.16.3.255 

6. Menentukan Host IP yang bisa digunakan.
Host IP yang dapat digunakan yaitu IP selain network ID dan Broadcast.
Host IP IP 172.16.0.0/22 adalah 172.16.0.1 - 172.16.3.254
Untuk pembuktiannya kita gunakan aplikasi ipcalc pada terminal sebagai berikut.



Kelas A: 10.0.0.0/14
1. Menentukan jumlah IP yang tersedia dalam subnet mask, contoh /15, /14, /13, /12 dan selanjutnya.
Disini saya akan membagikan trik menghitung jumlah IP pada kelas A. caranya sebagai berikut.
pertama tambahkan /14 dengan 16 = /30 , /30 = 4 IP
Nah 4 IP dari hasil tersebut dikalikan dengan 2 kali jumlah host peroktet yaitu 256*256,
secara sederhananya : /14+16=/30
                                                  /30=4 IP
                                                          4 IP * 256 * 256 =262144
Nah 262144 tersebut merupakan jumlah IP keseluruhan dari /14.

2. Menentukan blok IP dengan melihat IP yang di subnetting dengan jumlah IP pada blok yang sesuai subnet mask.
Blok IP pada Subnetting IP 10.0.0.0/14  yaitu dari 
10.0.0.0 - 10.3.255.255
Dengan konsep yang sama seperti kelas B yaitu ketika jumlah maksimum host di suatu IP tidak mencukupi maka akan dilanjutkan ke IP selanjutnya dan seterusnya hingga jumlah IP berdasarkan subnet mask sesuai.

3. Menentukan Network ID.
IP terawal dalam  IP 10.0.0.0/14 adalah 10.0.0.0

4. Menentukan Gateway.
Gateway berarti gerbang yang dapat digunakan semua IP, dalam penentuan gateway sebenarnya bebas selama masih menggunakan IP host yang tersedia.
Contoh gateway IP 10.0.0.0/14 adalah 10.0.0.1

 5. Menentukan Broadcast.
Broadcast terletak di akhir jumlah IP. yaitu 10.3.255.255

6. Menentukan Host IP yang bisa digunakan.
Host IP yang dapat digunakan yaitu IP selain network ID dan Broadcast.
Host IP 10.0.0.0/14 adalah 10.0.0.1 - 10.3.255.254
Untuk pembuktiannya kita gunakan aplikasi ipcalc pada terminal sebagai berikut.

E. Hasil yang didapat

    Mampu membangun jaringan.

F. Temuan Permasalahn

    Jika tidak mengetahui konsep IPv4 maka akan sulit melakukan subnetting

G. Kesimpulan
    Subnetting dapat memanajemen IP sehingga tidak terjadi pemborosan IP dan komunikasi data akan semakin maksimal

H. Referensi & Daftar Pustaka
 https://en.wikipedia.org/wiki/IPv4
  

Berlangganan via Email