Pengertian dan Konfigurasi Wireless Bridge, Point to Point dan Point to Multipoint pada Mikrotik

A. Pendahuluan
1. Pengertian
Point-to-Point Protocol (PPP) adalah data link protokol yang umum digunakan dalam membangun hubungan langsung antara dua node jaringan. Hal ini dapat menyediakan koneksi otentikasi, transmisi enkripsi (menggunakan ECP, RFC 1968), dan kompresi.
Point-to-multipoint adalah pendekatan yang paling populer untuk komunikasi nirkabel yang memiliki banyak node, tujuan akhir atau pengguna akhir.
Wireless Bridging digunakan untuk menghubungkan dua segmen LAN melalui tautan nirkabel. Kedua segmen akan berada di subnet yang sama dan terlihat seperti dua switch Ethernet yang dihubungkan oleh kabel ke semua komputer di subnet.
2. Latar Belakang
Dalam komunikasi menggunakan nirkabel atau media wireless, terdapat 3 jenis yang biasa digunakan yaitu Point to Point atau hanya terdapat 2 node yang saling terkoneksi, Point to Multipoint atau dari 1 node dapat untuk menghubungkan banyak node, dan Wireless Bridge dimana terdapat 2 segmen yang seolah-olah koneksi tersebut seperti menggunakan switch. Penggunaan 3 jenis ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tertentu, sehingga kali ini saya akan membahasnya 1 persatu dari 3 jenis koneksi wireless tersebut.
3. Maksud dan tujuan
Mengetahui dan memahami 3 jenis koneksi pada Wireless.
4. Hasil yang diharapkan\
Dapat mengkonfigurasi koneksi Wireless Bridge, Point to Point dan Point to Multipoint dengan tepat.
B. Alat dan Bahan
2 atau lebih perangkat mikrotik.
Aplikasi Winbox.
C. Jangka Waktu Pelaksanaan
Pemahaman dan konfigurasi 2 jam.
D. Proses & Tahapan
I. Wireless Point to Point 
Untuk koneksi Point to Point seperti contohnya topologi seperti dibawah ini, sangat disarankan untuk koneksi yang kecil yaitu menghubungkan 2 router, tentu hal ini akan menghemat bandwith dan juga lebih aman karena maksimal node yg terhubung hanya 2. Untuk konfigurasinya seperti berikut ini.
1.  Buatlah scenario topologi seperti gambar dibawah ini, Router1 menjadi mode Bridge dan Router2 menjadi mode Station.
 2. Konfigurasi wireless mode Bridge pada Router1 seperti berikut ini.
 3. Untuk konfigurasi IP sesuaikan dengan kebutuhan kalian, saya contohkan seperti dibawah ini.
 4. Pada Router2 konfigurasi mode Station seperti dibawah ini, namun sebelumnya silahkan Scan dan connectkan dengan SSID yang telah diatur di Router1 yaitu PointToPointLur.
5. Setelah itu setting IP yang satu subnet dengan Router1.
 6. Selanjutnya silahkan ping IP Router2 dari Router1 seperti berikut ini.
 7. Ping IP Router1 dari Router2 seperti berikut ini. Jika TTL maka konfigurasi PointToPoint berhasil.
 8. Tambahan saja, pada Router2 kalian dapat cek di registration Tx dan Rx yang didapat serta kekuatan sinyal seperti berikut.

II. Wireless Point to Multipoint
Koneksi ini yang paling banyak digunakan, karena kelebihannya yaitu dapat mengkoneksikan multipoint atau banyak node dari satu point atau node sumber, penerapan pada koneksi ini biasanya berupa hotspot. Untuk konfigurasinya seperti berikut.
Untuk gambar topologi sama dengan PointToPoint, hanya saja berbeda di konfigurasi dan mode pada routernya.
1. Buatlah mode AP Bridge di router yang dijadikan router utama seperti berikut.
 2. Kemudian setting IP pada wlan1 sesuai keinginan kalian, disini saya konfigurasi IP seperti berikut.
 3. Pada Router Station, pergi ke pengaturan wireless dan lakukan scan, kemudian connectkan dengan SSID yang telah di setting di Router utama yaitu PointToMultiPointLur. 
4. Settingannya seperti berikut.
 5. Lakukan juga konfigurasi IP pada wlan1 yang satu subnet dengan Router Utama.
 6. Setelah itu silahkan cek PING dari router AP Bridge ke station.
 7. PING dari router station ke AP Bridge. Jika TTL maka koneksi telah berhasil terhubung.

III. Wireless Bridge
Untuk wireless bridge ini sangatlah sederhanya, koneksi ini sangat jarang ditemui pada implementasi realnya, konfigurasi ini menjadikan seolah-olah koneksi yang terhubung menggunakan switch, keunggulan yang saya rasakan yaitu ringannya kinerja router yang menggunakan koneksi ini. Untuk konfigurasinya seperti berikut.
Untuk gambar topologi sama dengan PointToPoint, hanya saja berbeda di konfigurasi dan mode pada routernya. 
1. Setting pada router1 sebagai mode bridge dan SSID sebagai berikut.

 2. Konfigurasi IP pada interface wlan1 yang terhubung ke router dan ether2 yang terhubung ke Laptop seperti berikut.
 3. Tambahkan bridge pada router1 seperti berikut.
 4. Dan tambahkan Port pada bridge untuk wlan dan ether2, kemudia apply>ok.
 5. Pada Router2, lakukan konfigurasi dengan mode station pseoubridge seperti berikut, setelah itu scan dan konekan dengan SSID yang telah di setting di Router1.
 6. Setting IP pada interface wlan1 yang terhubung ke router dan ether2 yang terhubung ke laptop seperti berikut.
 7. Tambahan saja, untuk anda dapat gunakan access list untuk mengkontrol setiap perangkat yang terhubung dengan MAC.
8. Lakukan konfigurasi IP pada laptop yg terhubung ke Router1 seperti berikut.
9.  Lakukan konfigurasi IP pada laptop yg terhubung ke Router2 seperti berikut.

 10. Setelah semua terkonfigurasi. Lakukan PING dari kedua router seperti berikut, jika saling TTL maka kedua router telah terhubung.
 11. Lakukan juga PING antar laptop seperti berikut. jika reply maka konfigurasi Wireless Bridge berhasil:).
E. Hasil yang didapat
Mengkonfigurasi koneksi Wireless Bridge, Point to Point dan Point to Multipoint dengan tepat.
F. Temuan Permasalahan
Firewall hidup pada Laptop dapat mempengaruhi koneksi wireless tidak terhubung, hal ini tidak terjadi di semua perangkat.
G. Kesimpulan
Dengan memahami dan mengetahui 3 jenis koneksi pada wireless, kita dapat mengimplementasikan koneksi wireless dengan tepat sesuai kebutuhan dan kondisi tertentu.
H. Referensi & Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Point-to-Point_Protocol
https://en.wikipedia.org/wiki/Point-to-multipoint_communication
https://wiki.dd-wrt.com/wiki/index.php/Wireless_Bridge

Post a Comment for "Pengertian dan Konfigurasi Wireless Bridge, Point to Point dan Point to Multipoint pada Mikrotik"

Berlangganan via Email