Mengenal Penggunaan Variabel pada Pemrograman PHP #5

Pendahuluan
Secara sederhana variabel adalah sebuah wadah untuk menyimpan informasi pada pemrograman.
Sedangkan menurut wikipedia, variabel adalah lokasi penyimpanan dan terkait nama simbolis yang berisi beberapa kuantitas yang diketahui atau tidak diketahui atau informasi, nilai.

Pembahasan
Di dalam pemrograman PHP, penggunaan variabel dimulai dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel:
Contoh
<?php
$kalimat = "Hello world!";
$x = 5;
$y = 10.5;
?>

Setelah menjalankan contoh program diatas.  variabel $kalimat akan menyimpan nilai Hello world !, variabel $x akan menyimpan nilai 5, dan variabel $y akan menyimpan nilai 10.5.

Aturan penulisan variabel pada PHP

  1. Variabel dimulai dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel 
  2. Nama variabel harus dimulai dengan huruf atau karakter garis bawah Nama 
  3. variabel tidak dapat dimulai dengan angka 
  4. Nama variabel hanya dapat berisi karakter alfanumerik dan garis bawah (A-z, 0-9, dan _) 
  5. Nama variabel peka huruf besar-kecil ($usia dan $USIA adalah dua variabel berbeda)


Cara menampilkan isi Variabel
Untuk menampilkan variabel dapat menggunakan beberapa sintaks seperti echo, print dan var_dump, untuk penjelasan lebih detail akan ada di artikel selanjutnya. disini saya contohkan menggunakan sintak yang paling sering digunakan untuk menampikan variabel yaitu echo
contoh
<?php
$web = "ardspace.web.id";
echo "Menampilkan website $web!";
?>

Hasil Output kode diatas seperti ini.

Variabel Scope
didalam PHP juga harus mengenal yang namanya variabel scope. Variabel scope atau linkup variabel merupakan suatu batasan bagaimana variabel yang dibuat dapat dibaca dan dikelola oleh PHP.
Di dalam PHP terdapat 3 variabel scope yaitu:
1. Jangkauan lokal (local scope)
Ini adalah variabel yang jika terdapat di dalam function PHP maka hanya bisa diakses dalam fungsi tersebut. Sedangkan jika variabel ini terdapat di luar function maka hanya bisa diakses diluar fungsi tersebut.
Contoh:
<?php
$x = "Ini variabel local scope luar fungsi"; //jangkauan hanya diluar fungsi
echo "$x";

echo "<hr>"; //Garis pemisah

function myTest() {
$x = "Ini variabel local scope dalam fungsi"; // Jangkauan hanya di fungsi ini
echo $x;
}
myTest();

?>

Walaupun sama-sama variabel X, namun kedua variabel X yang di luar dan dalam fungsi itu berbeda.
sehingga hasilnya seperti ini.

2. Jangkauan global (global scope)
Ini merupakan variabel yang dapat diartikan bebas untuk diakses darimana saja atau lingkup global, tetapi hal ini tidak berlaku jika terdapat di dalam fungsi.
Contoh:
<?php
$x = "Ini variabel Global Scope"; //Variabel biasa

function myTest() {
global $x; // Cara mendefinisiakan menjadi variabel global
echo $x; // Menampilkan variabel x
}
myTest();
?>
Dengan sintak global maka variabel yang tadinya local menjadi variabel global.
Hasilnya seperti ini.


3. Jangkauan static (static scope)
Variabel ini merupakan jangkauan yang memanggil atau mempertahankan variabel yang telah selesai dijalankan tetapi kita masih ingin menggunakan. 
Biasanya, ketika suatu fungsi selesai / dieksekusi, semua variabelnya dihapus. Namun, terkadang kami ingin variabel lokal TIDAK dihapus. Kami membutuhkannya untuk pekerjaan lebih lanjut
Untuk melakukan ini, gunakan kata kunci statis saat pertama kali mendeklarasikan variabel.
Contoh:
<?php
function myTest()
{
static $x = 0;
echo $x;
$x++;
}

myTest();
echo "<br>";
myTest();
echo "<br>";
myTest();
echo "<br>";
myTest();
?>

Hasilnya setiap variabel yang dicetak baru akan nambahkan isi dari variabel sebelumnya seperti ini.


Penutup
Dengan memahami variabel secara mendasar akan memudahkan kita dalam mendeklarasikan suatu variabel dengan benar sesuai ruang lingkup yang dibutuhkan secara efisien.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Variabel_(ilmu_komputer)
https://www.w3schools.com/php/php_variables.asp





Post a Comment for "Mengenal Penggunaan Variabel pada Pemrograman PHP #5"

Berlangganan via Email